Jember – Bandara Notohadinegoro merupakan aset penting Provinsi Jawa Timur, khususnya bagi wilayah Tapal Kuda, sebagai simpul konektivitas menuju Jakarta, berbagai destinasi domestik, dan berpotensi terhubung dengan luar negeri. Keberadaan bandara ini menjadi penopang utama mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta pengembangan sektor pariwisata, pendidikan, dan investasi di Jember dan kabupaten sekitarnya seperti Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, hingga Lumajang.
Secara historis, Bandara Notohadinegoro mulai beroperasi untuk penerbangan sipil pada awal 2010-an, setelah sebelumnya dikenal sebagai bandara perintis. Bandara ini dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Jember dan diberi nama Notohadinegoro sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh lokal. Dengan landasan pacu sepanjang sekitar 1.700 meter, bandara ini mampu melayani pesawat jenis ATR dan sekelasnya, yang selama ini menghubungkan Jember dengan Jakarta melalui Bandara Halim Perdanakusuma serta beberapa rute domestik lainnya sesuai kebijakan penerbangan yang berlaku.
Ke depan, Bandara Notohadinegoro memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang internasional kawasan Tapal Kuda apabila terus dikembangkan dari sisi infrastruktur, keselamatan, dan layanan. Penguatan bandara ini tidak hanya akan mempercepat konektivitas wilayah timur Jawa Timur, tetapi juga menjadi motor pertumbuhan ekonomi regional, membuka akses pasar global, dan memperkuat posisi Tapal Kuda sebagai kawasan yang terbuka, maju, dan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.